Interprestai dari Ayodya Kanda

Persiapan Sang Rama menjadi Raja

Ramayana adalah epos yang sangat memikat imajinasi masyarakat di masa lampau. Kesusastraan Jawa Kuno merekam dan mengembangkan epos itu kedalam bentuk sastra yang sangat indah.Pada jaman sekarangpun agak sukar kita menemukan orang yang tidak mengenal atau belum pernah mendengar Ramayana, cerita anak,anak sampai pada seni drama dan wayang banyak sumbangannya karena diambil dari naskah-naskah dalam cerita Ramayana.                                                 Saat ini Ramayana oleh para ahli/peneliti dinyatakan sebagai karya sastra tertua ciptaan manusia yang tertuang dalam kekawin. Kekawin Ramayana adalah sebuah jenis sasrta yang telah mencapai kesempurnaan yang luar biasa. Epos Ramayana sarat dengan tata nilai, sebagai kompas kehidupan manusia. Ramayana dengan alur cerita yang demikian memilukan dan memikat dengan latar belakang tentang prilaku kehidupan anak seorang raja besar yang bernama Rama Dewa di ketahui sebagai perwujudan seorang awatara yang menyelamatkan dunia dari kehancuran karena keangkaramurkaan. Kitab Ramayana adalah kitab yang sangat apik menuturkan tentang kisah perjalanan hidup seorang Awatara  demi ketentraman dunia ini

Rama adalah seorang anak raja yang memiliki dan senatiasa patuh dengan segala perintah orang tuanya . Karena memahami bahwasannya apapun yang diperintahkan oleh ayahnya harus dilaksanakan . Salah satu bentuk bakti seorang anak kepada orang tua dalam membahagiakan orang tua. Sang Rama rela menyerahkan tapuk pimpinan kepada adiknya Bharata. Rama adalah sosok manusia yang penyabar dan tawakal sekalipun dia harus menderita . Kisah pilu yang dia hadapi disaat akan dinobatkan sebagai raja digagalkan oleh ibunya Dewi Kekayi.

Diceritakan Sang Prabu Dasarata dan putra-putranya yang telah lama berada di kerajaan Ayodya Pura, seluruh jagat memuji Sang Rama karena kesaktiannya dan kepandaiannya , membunuh semua musuh yang mengganggu di Asrama para Rsi.

Sang Rama sangat di puji oleh rakyat Ayodya, demikian pula oleh para pendamping beliau di keraton. Karena keluhuran budi beliau maka ayahandanya sangat mengharapkan supaya Sang Rama sebagai pengganti beliau mengendalikan kerajaan . Hal ini sudah tersebar keseluruh pelosok negeri. Acara penobatan raja telah ditentukan harinya, demikian pula tempatnya sudah dipersiapkan.

Singkat cerita hari penobatan raja sudah dekat dimana istri Sang Dasarata yaitu Dewi Kekayi merasa gerah di Keraton, karena keinginannya supaya anaknya Sang Bharata dinobatkan sebagai raja Ayodya sebagai pengganti Sang Dasarata. Keinginan Dewi Kekayi demikian tidak diketahui oleh Sang Bharata, karena beliau sedang berada di kerajaan Kekaya bersama dengan Kakeknya. Tatkala itu Dewi Kekayi menemui Sang Dasarata dengan maksud dan tujuan untuk menggagalkan penobatan Sang Rama sebagai raja , diganti oleh Sang Bharata, selanjutnya Sang Rama agar diasingkan ke tengah hutan selama dua belas tahun.

Permintaan Dewi Kekayi yang demikian menyebabkan Sang Dasarata bingung karena beliau tidak mau ingkar janji , karena tatkala beliau melamar Dewi Kekayi , beliau menjanjikan akan menjadikan raja anak yang lahir dari perkawinannya dengan Dewi Kekayi, disisi lain beliau tidak sampai hati untuk mengusir putra sulungnya Sang Rama. Akhirnya Sang Dasarata memberitahukan hal ini kepada seluruh pendampingnya, para menteri , rohaniawan dan  rakyat, semua pada kaget setelah mendengar sabda Sang Prabu demikian.

Mendengar permasalahan demikian akhirnya para menteri pendamping beliau disertai oleh rakyat Ayodya berkehedak menghadap kepada Sang Ragawa. Semuanya mencerminkan rasa penyesalan atas sikap Sang Dasarata untuk membatalkan penobatan Sang Rama  sebagai Raja Ayodya. Sang Dasarata lebih memilih permintaan istri Dewi Kekayi yang jelas sangat serakah akan kedudukan, beliau sangat tunduk dengan seluruh perkataan Istri.

Kedatangan para menteri dan rakyat Ayodya dihadapan Sang Rama dimana semuanya pada kecewa dengan raut muka masam dan perkataan yang tidak baik mengumpat sikap Sang Dasarata, didengar oleh Sang Rama , dan akhirnya beliau berkata kepada semua yang datang, sabda beliau “ Wahai para menteri dan seluruh rakyatku yang semuanya pada subakti, jangan sedih dengan kepergiaanku ke tengan hutan , karena itu sudah sabda dari sang Prabu yang tak mungkin aku tolak, karena beliau yang telah mengadakan Ku . Sudah sepatutnya aku tunduk atas semua titah  orang tua agar tidak diucap sebagai anak durhaka . Dari pada aku menolak sabda beliau lebih baik rasanya aku mati,wahai rakyatku semuanya kembalilah ke Ayodya, janganlah menyesal atas keadaan sekarang, karena adikku Sang Berata yang akan menggantikan ku sebagai Raja janganlah punya perasaan waswas karena aku mengakui keberadaan adikku Sang Berata sebagai Raja Ayodya. Demikianlah perkataan beliau Sang Rama kepada para mentri dan rakyatnya, selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan menuju tengah hutan yang di ikuti oleh istrinya Dewi Metila dan adik kandungnya Sang Laksmana.

 

 

 

Tentang zablenk

saya seorang petualang demi sesuap nasi merantau dor to dor dari desa kedesa
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s